06 February 2026
60
Mobil Nganggur di Garasi? Ini Kerugian Finansial yang Anda Derita Setiap Bulan!
Mobil yang terparkir manis di garasi, tertutup debu dan jarang disentuh, mungkin terlihat tidak membebani kantong. Namun, anggapan tersebut adalah kesalahpahaman besar. Faktanya, membiarkan mobil menjadi aset "nganggur" adalah salah satu bentuk pemborosan finansial terbesar yang dilakukan oleh pemilik kendaraan. Setiap bulan berlalu, nilai aset Anda merosot, sementara berbagai biaya tersembunyi terus menggerogoti saldo rekening Anda.
Keputusan untuk jual mobil karena jarang dipakai seharusnya menjadi prioritas finansial bagi siapa pun yang mendapati kendaraannya lebih sering diam daripada bergerak. Mengabaikan fakta bahwa mobil jarang dipakai pun tetap menimbulkan kerugian adalah kesalahan yang mahal. Jika dihitung secara cermat, Anda akan terkejut melihat betapa besarnya kerugian bulanan yang ditimbulkan oleh aset yang hanya berfungsi sebagai "pajangan" di rumah.
Artikel ini akan mengupas tuntas kerugian finansial yang Anda derita setiap bulan akibat mobil jarang dipakai dan mengapa solusi terbaik, yaitu jual mobil karena jarang dipakai, harus segera dipertimbangkan untuk menghentikan pendarahan finansial tersebut.
Baca Juga:
Berapa Penurunan Harga Mobil Setiap Tahunnya
Harga mobil turun drastis? Berikut ini faktor yang mempengaruhinya
Kerugian Finansial Akibat Depresiasi Nilai Aset
Kerugian terbesar dari membiarkan mobil nganggur adalah depresiasi atau penyusutan nilai. Ini adalah biaya tersembunyi yang paling mematikan.
A. Depresiasi Waktu (Time Depreciation)
Nilai mobil dihitung berdasarkan usia, bukan hanya kilometer tempuh. Begitu mobil keluar dari dealer, depresiasi langsung terjadi. Dan yang paling parah, depresiasi paling curam terjadi pada tahun-tahun pertama. Mobil Anda kehilangan nilai hanya karena usianya bertambah satu tahun lagi, terlepas dari seberapa sering Anda menggunakannya.
Setiap bulan, bahkan jika kilometer di odometer tidak bertambah, mobil Anda menjadi semakin tua. Ini berarti potensi harga jualnya di masa depan terus menurun. Ketika Anda akhirnya memutuskan untuk jual mobil karena jarang dipakai, harga yang Anda dapatkan akan jauh lebih rendah daripada jika Anda menjualnya saat mobil tersebut satu atau dua tahun lebih muda. Kerugian akibat depresiasi ini seringkali merupakan faktor rugi mobil didiamkan yang paling besar.
B. Depresiasi Pasar (Market Depreciation)
Mobil baru terus diluncurkan dengan teknologi yang lebih canggih, fitur keselamatan yang lebih lengkap, dan desain yang lebih modern. Setiap mobil baru yang keluar dari pabrik membuat mobil Anda terlihat semakin usang di mata pasar. Calon pembeli selalu membandingkan mobil Anda dengan model-model yang lebih baru. Semakin lama Anda menunda untuk jual mobil karena jarang dipakai, semakin lebar jurang teknologi dan fitur antara mobil Anda dan standar pasar, yang berujung pada penurunan harga jual yang signifikan.
Biaya Tetap Operasional yang Terus Berjalan
Selain depresiasi, ada biaya-biaya tetap yang wajib Anda keluarkan, yang ironisnya tidak ada kaitannya dengan apakah mobil tersebut dipakai atau tidak. Ini adalah alasan utama mengapa mobil jarang dipakai dapat menyebabkan Anda menderita rugi mobil didiamkan.
A. Biaya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Pajak tahunan adalah kewajiban mutlak. Anda harus membayar PKB, Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), dan biaya administrasi lainnya, meskipun mobil Anda hanya berdiam diri di garasi selama 365 hari. Biaya ini berkisar dari jutaan hingga puluhan juta rupiah per tahun, tergantung jenis dan tahun mobil. Jika dibagi per bulan, ini adalah uang yang Anda keluarkan tanpa mendapatkan manfaat mobilitas sedikit pun.
B. Biaya Asuransi
Jika Anda membeli asuransi All Risk atau TLO (Total Loss Only), premi harus dibayar penuh per tahun. Untuk asuransi All Risk, biayanya bisa mencapai 2-4 persen dari harga mobil. Membayar premi mahal untuk mobil yang risikonya kecelakaan atau hilang sangat rendah (karena terus berada di garasi) adalah pemborosan yang tidak efisien.
Biaya Perawatan dan Perbaikan Akibat Non-Penggunaan
Ironisnya, mobil yang terlalu sering diam justru memiliki risiko kerusakan teknis yang lebih tinggi daripada mobil yang rutin digunakan. Ini menambah daftar rugi mobil didiamkan secara signifikan.
A. Kerusakan Komponen Karet dan Cairan
- Aki (Battery): Aki mobil akan kehilangan daya secara perlahan, bahkan saat mobil mati. Jika mobil nganggur terlalu lama, aki akan mati total (deep discharge) dan berpotensi rusak permanen. Biaya penggantian aki mobil modern tidak murah.
- Oli dan Cairan: Oli mesin, oli transmisi, dan cairan rem akan mengalami penurunan kualitas seiring waktu (expiry date), terlepas dari kilometer tempuh. Anda tetap harus mengganti oli setiap 6 hingga 12 bulan.
Ban: Ban akan mengalami flat spots (ban menjadi datar di satu sisi) akibat menopang beban di satu titik terlalu lama. Selain itu, karet ban dapat getas karena perubahan suhu, memicu retakan dan mengurangi usia pakai.
B. Masalah Mekanis Lain
- Pengereman: Piringan rem dapat berkarat jika mobil diam dalam waktu lama di lingkungan lembab. Kampas rem bisa menempel permanen pada piringan, memerlukan perbaikan yang rumit.
- Sistem Bahan Bakar: Bahan bakar di tangki dapat menguap atau mengendap, meninggalkan residu yang menyumbat filter bahan bakar dan injektor. Mesin akan sulit menyala atau performanya menurun drastis.
Semua perbaikan akibat non-penggunaan ini menambah biaya yang harus Anda tanggung, membenarkan alasan untuk segera jual mobil karena jarang dipakai.
Analisis Biaya Peluang (Opportunity Cost)
Di luar semua biaya langsung di atas, terdapat biaya peluang (uang yang seharusnya bisa Anda hasilkan) yang hilang.
Jika Anda mengambil keputusan tegas untuk jual mobil karena jarang dipakai, dana hasil penjualan tersebut—misalnya ratusan juta rupiah—dapat dialihkan ke instrumen investasi yang lebih produktif, seperti deposito, reksa dana, atau obligasi.
Dengan asumsi hasil penjualan Anda diinvestasikan dengan keuntungan minimal 5% per tahun, uang tersebut akan menghasilkan return bulanan bagi Anda. Bandingkan dengan mobil nganggur yang menghasilkan minus 5% per tahun dari depresiasi dan biaya operasional. Mobil jarang dipakai bukan hanya tidak menghasilkan, tetapi secara aktif mengurangi kekayaan Anda setiap hari.
Kesimpulan Finansial: Saatnya Jual Mobil karena Jarang Dipakai

Kesimpulannya jelas: mobil nganggur adalah liabilitas (kewajiban), bukan aset. Kerugian finansial yang timbul dari depresiasi, biaya pajak, asuransi, hingga risiko kerusakan teknis akibat non-penggunaan jauh lebih besar daripada potensi keuntungan yang Anda bayangkan dari memiliki "mobil cadangan".
Jika Anda mendapati mobil jarang dipakai selama berbulan-bulan, keputusan yang paling bijak secara finansial adalah segera menghentikan kerugian tersebut. Jual mobil karena jarang dipakai akan mengonversi liabilitas nganggur menjadi modal yang produktif, membebaskan Anda dari biaya bulanan yang tidak perlu, dan mencegah penurunan nilai aset lebih lanjut.
Ambil kendali atas aset Anda sekarang juga. Ubah mobil nganggur Anda menjadi modal segar untuk investasi, dana darurat, atau uang muka mobil yang benar-benar Anda butuhkan. Di JualMobilmu, proses penjualan tidak perlu ribet, memakan waktu, atau penuh risiko.
Yuk, kunjungi JualMobilmu sekarang, dapatkan penawaran harga yang transparan serta kompetitif! Anda bisa nikmati proses penjualan yang cepat, aman, dan tanpa biaya tersembunyi bersama kami.

Penyedia layanan membeli mobil lama Anda yang berpengalaman dan terpercaya.
Kantor Pusat
PT JMM KAREM INDONESIA
Jalan Gading Kirana Timur A-11/15, Desa/Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Kota Adm. Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta


