Jual Mobil

23 July 2026

64

9 menit baca

5 Mobil Paling Boros BBM yang Mulai Banyak Dilepas Pemiliknya Setelah Pertamax Naik

5 Mobil Paling Boros BBM yang Mulai Banyak Dilepas Pemiliknya Setelah Pertamax Naik

 

Sejak Pertamax resmi naik menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026, mulai terlihat perubahan di pasar mobil bekas Indonesia. Mobil paling boros BBM, terutama yang bermesin besar dan bertipe SUV lawas, semakin banyak ditawarkan karena biaya operasionalnya terus meningkat.

 

Kalau kamu sedang mempertimbangkan membeli atau justru ingin melepas kendaraan tersebut, penting untuk mengetahui mana saja yang termasuk mobil cc besar boros. Dengan begitu, kamu bisa mempertimbangkan biaya kepemilikannya sekaligus menyiapkan langkah yang tepat sebelum memutuskan untuk menjual.

 

Kenapa Mobil Boros Bensin Makin Berat Dipertahankan Sejak Pertamax Naik

Sumber: Pinterest

 

Kenaikan harga Pertamax kali ini bukan kenaikan kecil. Dari Rp12.300 langsung ke Rp16.250 per liter, hampir Rp4.000 per liter dalam sekali penyesuaian. Efeknya langsung terasa bagi pengguna mobil paling boros BBM yang sudah tidak punya akses ke Pertalite subsidi

.

1. Biaya Isi Tangki yang Langsung Melonjak

Mobil dengan tangki 60 liter yang dulu perlu sekitar Rp738.000 untuk isi penuh dengan Pertamax Rp12.300, kini harus menyiapkan Rp975.000 untuk pengisian yang sama. Kalau isi tangki dua kali seminggu, selisih bulanannya sudah mencapai hampir Rp500.000 hanya dari kenaikan harga BBM saja.

 

2. Mobil CC Besar Tidak Bisa Pakai Pertalite

Mobil bermesin besar yang masuk kategori mobil cc besar boros umumnya membutuhkan BBM dengan oktan minimal 90 hingga 92. Mereka tidak bisa beralih ke Pertalite subsidi yang sudah dibatasi hanya untuk kendaraan tertentu, sehingga tidak ada pilihan lain selain minum Pertamax di harga yang terus naik.

 

3. Konsumsi Rendah Dikalikan Harga Tinggi, Hasilnya Besar

Mobil yang hanya mampu menempuh 5 hingga 7 km per liter dalam kota, dikalikan harga Pertamax Rp16.250, artinya setiap 100 km kamu bisa menghabiskan Rp230.000 hingga Rp325.000. Bandingkan dengan mobil irit yang bisa 15 hingga 18 km per liter, selisih biaya operasional hariannya sangat signifikan.

 

4. Nilai Jual yang Mulai Tertekan

Pasar bekas untuk mobil yang banyak dijual 2026 di segmen SUV besar bermesin bensin mulai menunjukkan koreksi harga karena banyak pemilik yang serentak melepas unitnya. Semakin banyak stok yang masuk ke pasar, semakin ketat persaingan antar penjual dan semakin tertekan harganya.

 

5. Tren Beralih ke Mobil Irit Makin Kuat

Data pasar menunjukkan permintaan ke LCGC, city car, dan MPV dengan mesin kecil meningkat signifikan setiap kali BBM naik. Ini artinya daya tarik mobil boros bensin di mata calon pembeli semakin berkurang, yang berdampak langsung pada waktu dan harga penjualan.

 

5 Tipe Mobil dengan Konsumsi BBM Paling Berat

Sumber: Pinterest

 

Inilah deretan mobil paling boros BBM yang paling banyak mulai dilepas pemiliknya di 2026. Semua data konsumsi berikut merupakan angka aktual berdasarkan pengalaman pengguna dalam kondisi berkendara harian di dalam kota.

1. Nissan Terrano 2.4L

Sumber: Pinterest

SUV boxy ikonik era 1990-an hingga awal 2000-an ini dibekali mesin karburator berkode Z24 berkapasitas 2.389 cc. Berdasarkan pengalaman pengguna, konsumsi BBM Nissan Terrano berkisar di angka 6 hingga 8 km per liter untuk pemakaian harian dalam kota. 

Di harga Pertamax Rp16.250 per liter sekarang, biaya BBM harian untuk rute 30 km saja sudah bisa menyentuh Rp60.000 hingga Rp80.000.

 

2. Toyota Kijang Innova Bensin Generasi Awal (2004–2015)

Innova bensin generasi pertama dengan mesin 2.0L 1TR-FE memang menawarkan kabin lega dan kenyamanan tinggi, tapi mesin yang cukup berat untuk ukuran bodinya membuat konsumsi BBM-nya hanya sekitar 6 hingga 8 km per liter di dalam kota. Ini yang membuat banyak pemilik mulai mempertimbangkan beralih ke Innova diesel atau kendaraan lain yang lebih efisien.

 

3. Mazda CX-7 2.3L Turbo

Sumber: Pinterest

Desainnya memang masih terlihat sporty dan modern, tapi mesin 2.3L turbo miliknya butuh disuplai bahan bakar berkualitas tinggi secara konsisten. Konsumsi BBM Mazda CX-7 di dalam kota hanya sekitar 6 hingga 8 km per liter berdasarkan data pengguna di Indonesia. Kombinasi mesin turbo yang sensitif dengan kebutuhan Pertamax tanpa kompromi membuat biaya operasional hariannya terasa berat.

 

4. Suzuki Grand Vitara 2.4L

Sumber: Pinterest

Grand Vitara generasi lawas dengan varian mesin 2.400 cc punya tampilan kokoh yang masih banyak penggemarnya, tapi konsumsinya hanya sekitar 7 km per liter untuk pemakaian normal dalam kota. Di tengah harga Pertamax yang sudah Rp16.250 per liter, angka 7 km per liter itu terasa jauh lebih berat dibanding dua atau tiga tahun lalu.

 

5. Jeep Wrangler JK (Mesin V6 3.8L)

Sumber: Pinterest

Wrangler JK adalah mobil cc besar boros yang paling ikonik di kelasnya. Mesin V6 3.8L lawas miliknya memang menghasilkan tenaga yang impresif untuk medan off-road, tapi konsumsi BBM rata-rata di dalam kota hanya sekitar 5 km per liter. Bagi yang memakainya sebagai kendaraan harian perkotaan, biaya BBM bulanannya bisa jauh melebihi angka yang bisa diterima secara finansial.

 

Kriteria "Boros": CC, Bobot, dan Teknologi Mesin

Sebelum masuk ke daftar spesifik, penting untuk memahami dulu apa yang sebenarnya membuat sebuah mobil masuk kategori boros. Tidak semua mobil bermesin besar otomatis boros, dan tidak semua mobil kecil otomatis irit.

 

Kapasitas Mesin (CC)

Semakin besar kapasitas mesin, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan untuk satu siklus pembakaran. Mobil dengan mesin di atas 2.000 cc umumnya sudah masuk zona yang perlu diperhatikan konsumsinya, apalagi yang menggunakan teknologi karburator yang jauh kurang efisien dibanding injeksi modern.

 

Bobot Kendaraan

Bobot yang berat memaksa mesin bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan, terutama saat akselerasi dan di kondisi macet. SUV bodi besar dengan rangka ladder frame biasanya punya bobot kosong di atas 1,7 ton, yang langsung berdampak pada konsumsi BBM harian.

 

Teknologi Mesin

Mesin karburator lawas jauh lebih boros dibanding mesin injeksi modern karena tidak bisa mengatur campuran bahan bakar dan udara secara presisi. Mobil dengan teknologi mesin yang sudah tertinggal ini tidak punya kemampuan adaptasi terhadap kondisi berkendara, sehingga konsumsi BBM-nya cenderung tinggi di hampir semua situasi.

 

Punya Salah Satunya? Ini Pertimbangan Sebelum Menjual

Kalau mobilmu masuk salah satu kategori di atas, pertimbangkan beberapa hal berikut sebelum menjualnya.

 

  • Hitung biaya operasional. Jumlahkan biaya BBM, servis, pajak, dan asuransi. Kalau sudah terlalu membebani penghasilan, menjual bisa jadi pilihan yang layak dipertimbangkan.
  •  
  • Lihat frekuensi pemakaian. Mobil yang dipakai setiap hari akan lebih terdampak kenaikan harga BBM dibanding mobil yang hanya digunakan sesekali.
  •  
  • Pastikan kondisi dan dokumen lengkap. Mobil yang terawat dengan STNK dan BPKB lengkap biasanya lebih mudah dijual dengan harga yang baik.
  •  
  • Cek harga pasar. Bandingkan dengan harga mobil sejenis agar tidak menjual terlalu murah atau terlambat saat harga mulai turun.
  •  
  • Bandingkan biaya ganti mobil. Hitung apakah penghematan BBM dari mobil yang lebih irit sebanding dengan biaya membeli kendaraan pengganti.
  •  
  • Hitung biaya transisi. Masukkan biaya seperti DP, balik nama, atau administrasi agar total pengeluaran tetap realistis.
  •  

Baca Juga: Punya Mobil Mesin 2.000cc ke Atas di Era Pertamax Mahal: Tahan atau Jual?

Baca Juga: Pertamax Naik Jadi Rp16.250: Simulasi Biaya BBM Setahun & Kapan Lebih Untung Jual Mobil Lama

 

Lepas Mobil Boros Bensin dengan Harga Terbaik di Jualmobilmu.id

Kalau setelah membaca semua ini kamu semakin yakin bahwa mobil paling boros BBM yang kamu miliki sudah saatnya dilepas, langkah pertama yang paling penting adalah mengetahui berapa harga jual yang realistis di kondisi pasar sekarang. 

 

Kamu bisa mulai dengan cek estimasi harga di jualmobilmu.id sebelum pasang iklan ke mana pun, supaya tidak melepas di harga yang terlalu rendah hanya karena tidak punya referensi yang tepat. 

Mobilmu termasuk yang boros dan mulai berat di kantong? Cek harga jualnya di Jualmobilmu.id!

Bagikan Artikel

Perusahaan

PT JMM KAREM INDONESIA

Jalan Gading Kirana Timur A-11/15, Desa/Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Kota Adm. Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta

Menu

Cabang

Alam Sutera

Ruko Woodlake 5 No 2, Alam Sutera, RT: 002/003, Panunggangan Utara, Kec. Pinang, Tangerang Kota, Banten 15143

Duren Sawit

Jl. Kolonel Sugiono No.74-75, RT.2/RW.3, Duren Sawit, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13440

Copyright © 2024 Jual Mobilmu

Perusahaan

PT JMM KAREM INDONESIA

Jalan Gading Kirana Timur A-11/15, Desa/Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Kota Adm. Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta

Menu

Cabang

Alam Sutera

Ruko Woodlake 5 No 2, Alam Sutera, RT: 002/003, Panunggangan Utara, Kec. Pinang, Tangerang Kota, Banten 15143

Duren Sawit

Jl. Kolonel Sugiono No.74-75, RT.2/RW.3, Duren Sawit, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13440

Copyright © 2024 Jual Mobilmu